Wasit yang memimpin laga panas antara Inter Milan melawan Juventus di ajang Serie A dilaporkan menerima ancaman pembunuhan usai pertandingan. Ancaman tersebut membuat aparat keamanan melarang sang pengadil lapangan untuk keluar rumah demi keselamatan dirinya dan keluarga.
Menurut laporan media Italia, ancaman diterima wasit melalui pesan langsung di media sosial dan surat elektronik, tak lama setelah pertandingan berakhir. Laga tersebut memang diwarnai sejumlah keputusan kontroversial yang memicu kemarahan sebagian suporter.
Otoritas kepolisian setempat langsung melakukan pengamanan ketat dan menyarankan wasit bersangkutan untuk tetap berada di rumah. Perlindungan juga diberikan kepada anggota keluarganya, sembari penyelidikan terhadap pelaku ancaman terus berjalan.
Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengecam keras tindakan intimidasi terhadap perangkat pertandingan. Dalam pernyataannya, FIGC menegaskan bahwa kekerasan dan ancaman tidak memiliki tempat dalam dunia sepak bola, apa pun hasil dan keputusan di lapangan.
“Wasit harus bisa menjalankan tugasnya tanpa rasa takut. Ancaman seperti ini adalah tindakan kriminal serius dan akan ditindak tegas,” bunyi pernyataan resmi FIGC.
Sementara itu, pihak Serie A juga menyatakan dukungan penuh kepada sang wasit dan menegaskan komitmen untuk meningkatkan perlindungan terhadap ofisial pertandingan, terutama dalam laga-laga berisiko tinggi seperti duel Inter kontra Juventus yang dikenal sarat rivalitas.
Kasus ini kembali menyoroti meningkatnya tekanan dan risiko yang dihadapi wasit, sekaligus menjadi peringatan keras bagi semua pihak agar menjaga sportivitas dan menjauhkan kekerasan dari sepak bola.
0 Comments