Jakarta – Skema Work From Anywhere (WFA) berpeluang kembali diterapkan dalam waktu dekat. Pemerintah memberi sinyal kebijakan kerja fleksibel itu akan digunakan lagi sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat serta menjaga produktivitas layanan publik.
Wacana penerapan WFA mencuat seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan perjalanan, terutama menjelang periode padat seperti libur panjang dan hari besar nasional. Skema ini sebelumnya dinilai cukup efektif dalam menekan kepadatan lalu lintas dan menjaga kelancaran layanan pemerintahan.
Sejumlah kementerian dan lembaga dikabarkan tengah menyiapkan skema teknis, termasuk pengaturan jadwal kerja, sistem pelaporan, hingga pengawasan kinerja pegawai selama WFA. Pemerintah menegaskan, fleksibilitas kerja tidak boleh menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“WFA bukan berarti libur. Produktivitas dan pelayanan tetap menjadi prioritas utama,” ujar seorang pejabat pemerintah yang enggan disebutkan namanya.
Berlaku untuk ASN, Swasta Menyesuaikan
Jika resmi diterapkan, kebijakan WFA diperkirakan akan lebih dulu berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN). Meski demikian, sektor swasta juga diimbau menyesuaikan kebijakan kerja masing-masing untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mengurangi kepadatan di pusat-pusat kota.
Sejumlah perusahaan swasta menyambut positif rencana tersebut. Menurut mereka, pola kerja fleksibel sudah menjadi tren baru pascapandemi dan terbukti mampu meningkatkan keseimbangan kerja dan kehidupan (work-life balance) karyawan.
Masyarakat Diminta Tetap Siaga
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk bersiap dan mengikuti pengumuman resmi terkait jadwal serta ketentuan WFA. Informasi detail mengenai durasi, sektor yang terdampak, hingga mekanisme pelaksanaan akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah.
Dengan rencana penerapan WFA ini, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas sejak dini, sementara instansi dan pelaku usaha diminta memastikan koordinasi dan layanan tetap berjalan optimal.
0 Comments