Spread the love

Jakarta — Badan pengelola investasi Danantara mengungkapkan proses merger sejumlah anak usaha PT Pertamina (Persero) masih berada pada tahap finalisasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya restrukturisasi dan penguatan bisnis energi nasional agar lebih efisien dan berdaya saing global.

Bos Danantara menyatakan, pembahasan merger dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek bisnis, keuangan, hukum, hingga tata kelola perusahaan. Karena itu, prosesnya membutuhkan waktu agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan risiko di kemudian hari.

“Masih dalam tahap finalisasi. Kami ingin memastikan struktur merger ini benar-benar sehat dan memberikan nilai tambah, baik bagi Pertamina maupun negara,” ujar sumber internal yang mengetahui proses tersebut.

Merger anak usaha Pertamina ini disebut-sebut bertujuan untuk menyederhanakan struktur korporasi, mengurangi tumpang tindih bisnis, serta meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, konsolidasi juga diharapkan memperkuat posisi keuangan perusahaan sehingga lebih menarik bagi investor strategis.

Danantara bersama Pertamina disebut terus melakukan kajian mendalam terhadap sejumlah skema, termasuk penggabungan lini usaha yang memiliki kesamaan bisnis maupun integrasi rantai pasok energi dari hulu hingga hilir.

Meski belum merinci anak usaha mana saja yang akan digabungkan, Danantara memastikan seluruh proses tetap mengacu pada prinsip kehati-hatian serta mematuhi regulasi yang berlaku. Pemerintah pun disebut memantau ketat langkah ini mengingat peran strategis Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Sebelumnya, wacana merger anak usaha Pertamina telah mencuat sebagai bagian dari reformasi BUMN energi. Konsolidasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, memperkuat sinergi, dan mendukung agenda transisi energi jangka panjang Indonesia.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *