Jakarta – Presiden terpilih Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sejumlah pakar kebijakan dari White House, Amerika Serikat, tengah mempelajari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah Indonesia. Program tersebut dinilai menarik perhatian internasional karena skalanya yang besar dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan keterangan kepada awak media dalam sebuah agenda pertemuan nasional, Senin (2/2). Ia menyebut Program MBG tidak hanya menjadi kebijakan sosial, tetapi juga strategi jangka panjang untuk membangun generasi masa depan Indonesia.
“Saya mendapat laporan bahwa para pakar dari White House sedang mempelajari Program Makan Bergizi Gratis kita. Mereka ingin melihat bagaimana Indonesia merancang dan mengeksekusi program sebesar ini,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, ketertarikan pihak Amerika Serikat menunjukkan bahwa kebijakan MBG memiliki pendekatan yang komprehensif, mulai dari pemenuhan gizi anak, penguatan ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani dan UMKM.
Program MBG sendiri dirancang untuk menjangkau puluhan juta anak sekolah, ibu hamil, dan balita di seluruh Indonesia. Prabowo menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi negara untuk meningkatkan kecerdasan, kesehatan, dan produktivitas generasi muda.
“Ini adalah investasi terbesar bangsa. Kalau anak-anak kita sehat dan gizinya terpenuhi, mereka akan tumbuh lebih cerdas dan kuat. Itu kunci daya saing Indonesia ke depan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah terbuka untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan dengan negara lain, selama prinsip kedaulatan dan kepentingan nasional tetap dijaga.
Ketertarikan pakar White House terhadap Program MBG dinilai sebagai pengakuan internasional atas keseriusan Indonesia dalam membangun kebijakan berbasis kesejahteraan rakyat. Prabowo berharap program ini dapat menjadi contoh bagi negara berkembang lain dalam mengatasi persoalan gizi dan ketimpangan sosial.
0 Comments