Jakarta – Istana Kepresidenan akhirnya mengungkap identitas sejumlah tokoh yang bertemu dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto pada Jumat malam. Pertemuan yang berlangsung tertutup itu turut dihadiri oleh pengamat politik Siti Zuhro dan mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Susno Duadji.
Koordinator Staf Khusus Presiden menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi sekaligus diskusi strategis menjelang masa pemerintahan baru. Istana menegaskan, pertemuan itu tidak terkait langsung dengan pembagian jabatan, melainkan tukar pikiran mengenai isu kebangsaan dan arah kebijakan ke depan.
“Pertemuan tersebut bersifat diskusi dan masukan. Presiden terpilih Prabowo kerap berdialog dengan berbagai kalangan untuk mendengar pandangan dan gagasan,” ujar perwakilan Istana kepada wartawan, Sabtu.
Siti Zuhro dikenal sebagai peneliti senior bidang politik dan kebijakan publik, sementara Susno Duadji merupakan purnawirawan jenderal polisi yang kerap menyampaikan pandangannya terkait penegakan hukum dan keamanan nasional. Kehadiran keduanya memunculkan spekulasi publik mengenai agenda pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Namun, Istana menepis anggapan adanya pembicaraan soal posisi strategis di pemerintahan mendatang. Menurut Istana, Prabowo ingin memperluas perspektif dengan mendengar masukan dari berbagai latar belakang, baik akademisi maupun praktisi.
“Masukan dari tokoh-tokoh ini penting sebagai bahan pertimbangan, terutama menyangkut stabilitas politik, hukum, dan demokrasi,” lanjutnya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Siti Zuhro maupun Susno Duadji terkait isi pertemuan tersebut. Istana memastikan komunikasi dan dialog semacam ini akan terus dilakukan Prabowo sebagai bagian dari persiapan transisi pemerintahan.
0 Comments