Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU swasta dilaporkan masih kosong dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat, khususnya pengguna kendaraan pribadi yang biasa mengisi BBM non-subsidi.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) memberikan penjelasan terkait penyebab terjadinya kekosongan BBM di SPBU swasta. Menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan stok nasional, melainkan lebih kepada faktor distribusi dan penyesuaian operasional di tingkat badan usaha.
Wamen ESDM menjelaskan bahwa stok BBM nasional secara umum berada dalam kondisi aman. Pemerintah memastikan pasokan dari kilang dan impor berjalan normal. Namun, distribusi ke SPBU swasta dapat mengalami keterlambatan akibat proses penyesuaian harga, pengaturan ulang suplai, serta perhitungan keekonomian oleh masing-masing badan usaha.
“SPBU swasta memiliki mekanisme bisnis sendiri, termasuk dalam menentukan waktu penyaluran dan volume BBM yang dijual. Ketika ada penyesuaian harga atau dinamika pasar global, mereka perlu melakukan perhitungan terlebih dahulu,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak membatasi penyaluran BBM non-subsidi oleh SPBU swasta. Selama badan usaha memenuhi ketentuan perizinan dan pasokan tersedia, distribusi dapat dilakukan seperti biasa.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pemerintah bersama BPH Migas dan Pertamina terus memantau kondisi lapangan guna memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.
Wamen ESDM menambahkan, koordinasi dengan badan usaha swasta terus dilakukan agar distribusi BBM dapat kembali normal dalam waktu dekat. Pemerintah berharap SPBU swasta segera kembali beroperasi penuh sehingga konsumen memiliki lebih banyak pilihan BBM.
0 Comments