Zagreb – Perdana Menteri Kroasia menegaskan negaranya tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian yang digagas mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pemerintah Kroasia memilih menunggu sikap resmi dan kesepakatan bersama Uni Eropa sebelum mengambil langkah politik lebih jauh terkait inisiatif tersebut.
Dalam pernyataan kepada media, PM Kroasia menyebut bahwa setiap keputusan strategis yang menyangkut perdamaian global dan stabilitas geopolitik harus selaras dengan kebijakan luar negeri Uni Eropa. Kroasia, sebagai negara anggota, berkomitmen menjaga kesatuan sikap dengan mitra-mitra Eropa.
“Kroasia tidak akan bertindak sendiri. Kami akan menunggu posisi dan pendekatan Uni Eropa secara keseluruhan sebelum mempertimbangkan keterlibatan dalam forum atau dewan apa pun,” ujar PM Kroasia.
Dewan Perdamaian Trump sebelumnya diperkenalkan sebagai wadah alternatif untuk mendorong penyelesaian konflik internasional di luar mekanisme multilateral yang sudah ada. Namun, inisiatif tersebut menuai beragam respons dari negara-negara Eropa, dengan sebagian pihak menilai langkah itu berpotensi tumpang tindih dengan peran lembaga internasional seperti PBB dan Uni Eropa.
PM Kroasia juga menekankan pentingnya koordinasi dan legitimasi multilateral dalam upaya menjaga perdamaian dunia. Menurutnya, kebijakan luar negeri yang diambil secara unilateral berisiko menimbulkan ketegangan baru, terutama di tengah situasi global yang masih diwarnai konflik bersenjata dan ketidakpastian geopolitik.
Sikap Kroasia ini sejalan dengan sejumlah negara anggota Uni Eropa lain yang masih bersikap hati-hati terhadap gagasan Dewan Perdamaian Trump. Hingga kini, Uni Eropa belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kemungkinan keterlibatan kolektif dalam inisiatif tersebut.
Pemerintah Kroasia menegaskan akan terus mengikuti perkembangan dan berdiskusi secara intensif dengan mitra Eropa sebelum mengambil keputusan akhir terkait posisi negaranya dalam berbagai inisiatif perdamaian internasional.
0 Comments