Spread the love

Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tetap optimistis kinerja kredit perbankan nasional mampu tumbuh dua digit sepanjang tahun ini.

Bos BCA menilai, meski tekanan eksternal seperti konflik geopolitik, perlambatan ekonomi global, hingga arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia masih membayangi, fundamental ekonomi domestik Indonesia tetap solid. Hal ini menjadi penopang utama pertumbuhan kredit perbankan.

“Volatilitas global memang masih terasa, tapi permintaan kredit dari sektor domestik masih cukup kuat. Kami melihat peluang pertumbuhan kredit perbankan tetap bisa mencapai dua digit,” ujar manajemen BCA dalam keterangan resminya.

Optimisme tersebut ditopang oleh aktivitas konsumsi rumah tangga yang terjaga, belanja pemerintah, serta investasi swasta yang mulai menggeliat. Selain itu, stabilitas sistem keuangan nasional dan kualitas aset perbankan yang terjaga menjadi faktor pendukung keberlanjutan ekspansi kredit.

BCA mencatat, penyaluran kredit masih didominasi oleh segmen korporasi dan komersial, seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan dunia usaha. Sementara itu, kredit ritel dan UMKM juga menunjukkan tren pemulihan yang positif, didorong oleh meningkatnya daya beli masyarakat.

Meski demikian, BCA tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit. Manajemen menegaskan, kualitas kredit tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

“Kami tetap selektif dalam ekspansi kredit, dengan fokus pada sektor-sektor yang resilien dan memiliki prospek jangka panjang,” tambahnya.

Dengan strategi tersebut, BCA yakin industri perbankan nasional mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mempertahankan stabilitas di tengah gejolak ekonomi global.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *