Jakarta – Minat investor lokal untuk melakukan transaksi aset kripto melalui platform domestik Indonesia masih terbilang rendah. Fakta ini menjadi sorotan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekaligus tantangan utama pelaku industri aset kripto di Tanah Air.
Berdasarkan laporan OJK, mayoritas transaksi kripto yang dilakukan oleh investor Indonesia masih terjadi di bursa global. Hal ini berdampak pada kinerja pedagang aset keuangan digital (PAKD) domestik, di mana sekitar 72% dari 25–29 PAKD yang terdaftar mengalami kerugian sepanjang 2025. Kondisi ini menunjukkan rendahnya aktivitas perdagangan melalui kanal resmi di dalam negeri.
Menanggapi situasi tersebut, Tokocrypto, salah satu bursa kripto terdaftar di Indonesia, memberikan responsnya. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyatakan bahwa kondisi industri saat ini masih berada dalam fase pertumbuhan yang menuntut skala dan efisiensi yang lebih kuat.
Menurutnya, rendahnya minat transaksi domestik berkaitan erat dengan tantangan membangun kepercayaan investor serta volume transaksi yang kuat di pasar lokal. Ia menilai bahwa banyak pelaku usaha masih berjuang untuk mencapai skala operasi yang efisien.
“Tidak semua pelaku industri berada dalam posisi yang sama. Banyak yang masih merugi karena industri ini masih dalam fase pertumbuhan,” ungkap Calvin. Ia juga menambahkan bahwa diperlukan insentif dan struktur biaya yang tepat untuk mendorong pelaku usaha mengalokasikan lebih banyak sumber daya ke kepatuhan dan perlindungan pengguna.
Calvin menegaskan bahwa di Tokocrypto mereka telah berada dalam posisi profitabilitas, berkat fokus pada manajemen risiko, kepatuhan terhadap aturan, dan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan investor di Indonesia.
Dalam upaya meningkatkan partisipasi lokal, Tokocrypto juga menekankan pentingnya edukasi risiko bagi investor, terutama di kalangan milenial dan generasi muda yang menjadi basis terbesar pengguna aset kripto. Selain itu, penegakan hukum terhadap platform yang beroperasi secara ilegal dipandang sebagai langkah penting untuk memperkuat ekosistem domestik.
Secara keseluruhan, meski minat transaksi di bursa domestik masih perlu ditingkatkan, Tokocrypto menyatakan optimismenya bahwa dengan kombinasi regulasi yang solid, kolaborasi industri, serta edukasi investor yang masif, pasar kripto Indonesia bisa tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan di masa mendatang.
0 Comments