Drawing babak 16 besar Liga Champions musim 2025/2026 telah resmi digelar oleh UEFA di Nyon, Swiss, pada Jumat, 27 Februari 2026. Acara ini menjadi momen penting bagi para pecinta sepak bola Eropa, karena menentukan peta persaingan menuju gelar juara kompetisi paling bergengsi di benua biru. Proses undian dipimpin oleh Deputy Secretary UEFA, Giorgio Marchetti, dengan didampingi legenda Barcelona, Ivan Rakitic. Hasil drawing ini menghasilkan beberapa pertandingan big match yang langsung menyita perhatian, seperti Real Madrid melawan Manchester City dan Paris Saint-Germain (PSG) menghadapi Chelsea. Namun, yang menjadi sorotan utama adalah posisi Arsenal, yang tampaknya mendapatkan jalur yang relatif lebih mudah menuju final.
Musim ini, format Liga Champions masih mengadopsi sistem liga fase dengan 36 tim, di mana delapan tim teratas langsung lolos ke babak 16 besar sebagai unggulan, sementara delapan tim lainnya harus melewati babak play-off. Tim unggulan termasuk Arsenal, Liverpool, Tottenham, Chelsea, Manchester City, dan lainnya, sementara tim non-unggulan seperti Real Madrid, PSG, dan Bayern Munchen harus berjuang lebih keras di fase awal. Hasil drawing memastikan bahwa tim unggulan tidak boleh bertemu sesama unggulan di babak ini, sehingga menciptakan pertarungan yang lebih seimbang namun penuh kejutan.
Berikut adalah hasil lengkap drawing babak 16 besar Liga Champions 2025/2026:

Pertandingan leg pertama akan digelar pada 10-11 Maret 2026, sementara leg kedua pada 17-18 Maret 2026. Tim unggulan seperti Manchester City, Liverpool, dan Arsenal akan menjadi tuan rumah di leg kedua, memberikan mereka keuntungan home advantage di laga penentuan.

Bagan kompetisi dibagi menjadi dua sisi: sisi perak (kiri) dan sisi biru (kanan). Sisi perak mencakup pertandingan PSG vs Chelsea, Galatasaray vs Liverpool, Real Madrid vs Manchester City, dan Atalanta vs Bayern Munchen. Ini jelas merupakan sisi yang lebih berat, dengan kehadiran juara bertahan Real Madrid, pemegang rekor gelar terbanyak, yang harus menghadapi Manchester City – tim yang sering menjadi mimpi buruk bagi mereka di musim-musim sebelumnya. Pertemuan ini adalah ulangan dari semifinal musim lalu, di mana City berhasil menyingkirkan Madrid dengan agregat ketat. Selain itu, Liverpool yang sedang on fire di bawah manajer baru mereka akan diuji oleh Galatasaray, tim Turki yang dikenal dengan atmosfer kandang yang membara di Rams Park. Bayern Munchen, dengan skuad bertabur bintang seperti Harry Kane dan Jamal Musiala, juga akan menghadapi Atalanta yang sedang naik daun setelah musim impresif di Serie A.
Di sisi lain, bagan biru tampak lebih “ramah” dengan pertandingan Newcastle United vs Barcelona, Atletico Madrid vs Tottenham Hotspur, Bodo/Glimt vs Sporting Lisbon, dan Bayer Leverkusen vs Arsenal. Di sini, Arsenal mendapatkan lawan pertama Bayer Leverkusen, tim Jerman yang musim lalu menjadi juara Bundesliga tanpa kekalahan di bawah Xabi Alonso. Meski Leverkusen adalah tim kuat, Arsenal saat ini sedang dalam performa puncak di Premier League, dengan rekor tak terkalahkan di 10 laga terakhir dan lini depan yang dipimpin oleh Bukayo Saka dan Martin Odegaard. Jika Arsenal lolos, mereka berpotensi bertemu pemenang antara Bodo/Glimt vs Sporting Lisbon di perempat final – dua tim yang relatif kurang berpengalaman di panggung Eropa dibandingkan raksasa seperti Madrid atau Bayern.
Mengapa Arsenal dikatakan punya jalan mulus ke final? Pertama, posisi mereka di bagan biru menghindarkan The Gunners dari bertemu tim-tim super seperti Real Madrid, Manchester City, atau Bayern di babak awal. Sisi biru ini lebih banyak diisi oleh tim-tim yang sedang membangun atau underdog, seperti Bodo/Glimt dari Norwegia yang menjadi kejutan musim ini, atau Newcastle yang meski kaya raya berkat pemilik Saudi, masih belum stabil di kompetisi Eropa. Barcelona, meski legendaris, sedang dalam fase transisi dengan pelatih Hansi Flick yang baru saja menggantikan Xavi, dan performa mereka di La Liga belum konsisten. Tottenham di bawah Ange Postecoglou juga menarik, tapi mereka sering kesulitan di laga tandang melawan tim seperti Atletico Madrid yang dikenal dengan pertahanan rapat ala Diego Simeone.
Secara historis, Arsenal belum pernah memenangkan Liga Champions, dengan pencapaian terbaik mereka adalah runner-up pada 2006 melawan Barcelona. Namun, musim ini bisa menjadi momen kebangkitan. Di bawah Mikel Arteta, Arsenal telah bertransformasi menjadi tim yang solid secara defensif dan tajam di serangan. Mereka finis di posisi teratas fase liga dengan poin maksimal, mencetak gol terbanyak dan kebobolan paling sedikit. Lawan pertama, Bayer Leverkusen, memang tangguh, tapi Arsenal punya rekor bagus melawan tim Jerman: mereka menang agregat 5-1 melawan Bayern di musim sebelumnya. Prediksi: Arsenal lolos dengan agregat 3-1.
Jika lolos ke perempat final, Arsenal kemungkinan bertemu Sporting Lisbon, asumsi Bodo/Glimt kalah dari tim Portugal yang dipimpin Ruben Amorim. Sporting adalah tim kuat di Primeira Liga, tapi pengalaman Eropa mereka terbatas. Arsenal bisa memanfaatkan kecepatan sayap mereka untuk membongkar pertahanan Sporting. Di semifinal, potensi lawan adalah pemenang Newcastle-Barcelona atau Atletico-Tottenham. Newcastle sedang bagus di Premier League, tapi Barcelona dengan Lewandowski dan Yamal tetap favorit. Namun, bagi Arsenal, menghadapi Barcelona atau Tottenham akan seperti derby Premier League – familiar dan bisa dimenangkan dengan strategi tepat.
Di sisi lain, sisi perak penuh darah: Pemenang PSG-Chelsea (kemungkinan PSG dengan Mbappe) akan bertemu pemenang Galatasaray-Liverpool (Liverpool favorit), sementara pemenang Real Madrid-Man City (sulit diprediksi, tapi City sedikit unggul) melawan pemenang Atalanta-Bayern (Bayern dominan). Final potensial: Arsenal vs Liverpool atau City, yang akan menjadi all-English final lagi.
Tentu saja, sepak bola penuh kejutan. Arsenal harus tetap waspada; Leverkusen bisa saja mengejutkan seperti yang mereka lakukan musim lalu. Namun, berdasarkan form saat ini dan bagan, ya, Arsenal punya jalan mulus. Apakah ini tahunnya The Gunners? Kita tunggu saja aksi di lapangan.
0 Comments