Spread the love

Paris, 25 Februari 2026 – Paris Saint-Germain (PSG) berhasil melaju ke babak 16 besar UEFA Champions League musim 2025/2026 meski hanya bermain imbang 2-2 melawan AS Monaco pada leg kedua playoff knockout di Parc des Princes. Dengan agregat 5-4, Les Parisiens, yang merupakan juara bertahan kompetisi ini, lolos ke fase knockout setelah drama panjang selama dua leg melawan sesama wakil Ligue 1.

Pertandingan leg kedua ini berlangsung sengit dan penuh ketegangan. Monaco, yang kalah 2-3 di leg pertama di Stade Louis II, tampil agresif sejak menit awal. Mereka berhasil unggul lebih dulu melalui gol brilian Maghnes Akliouche pada menit ke-45. Gol tersebut lahir dari assist Mamadou Coulibaly, di mana Akliouche menusuk pertahanan PSG dan menaklukkan kiper Matvey Safonov dengan tembakan akurat.

Skor 0-1 untuk Monaco hingga babak pertama usai membuat agregat menjadi 3-3, dan Monaco berpeluang besar membalikkan keadaan.

Memasuki babak kedua, momentum berubah drastis. Pada menit ke-58, Mamadou Coulibaly dari Monaco mendapat kartu kuning kedua dalam waktu singkat, membuat tim tamu bermain dengan 10 pemain. Keunggulan jumlah pemain ini langsung dimanfaatkan PSG. Hanya dua menit berselang, pada menit ke-60, Marquinhos menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol kapten PSG itu berasal dari umpan silang Désiré Doué yang gagal diantisipasi kiper Monaco, sehingga bola mudah disambar Marquinhos ke gawang kosong.

Gol penyama kedudukan ini membangkitkan semangat Les Parisiens. Enam menit kemudian, tepatnya menit ke-66, Khvicha Kvaratskhelia mencetak gol kedua PSG. Striker Georgia itu menyelesaikan serangan balik cepat dengan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper Monaco. Skor 2-1 untuk PSG membuat agregat menjadi 5-3, dan Monaco harus mencetak minimal dua gol lagi untuk membalikkan keadaan.

Meski bermain dengan 10 pemain, Monaco tak menyerah. Mereka terus menekan dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lagi di injury time, menit ke-90+1. Jordan Teze menjadi pahlawan bagi Monaco dengan gol tap-in setelah bola pantul dari kotak penalti tak bisa diamankan pertahanan PSG. Skor menjadi 2-2, dan agregat 5-4. Namun, waktu yang tersisa terlalu sedikit bagi Monaco untuk mencetak gol penyeimbang agregat.

Wasit meniup peluit panjang pada menit ke-90+5, dan PSG resmi lolos ke babak 16 besar. Ini menjadi kali ke-14 berturut-turut PSG mencapai fase knockout Champions League, sebuah rekor konsistensi yang mengesankan bagi klub asal Paris tersebut. Meski hanya imbang di leg kedua, kemenangan 3-2 di leg pertama menjadi penentu kualifikasi mereka.

Pertunjukan Désiré Doué dan Strategi Luis Enrique

Désiré Doué kembali menjadi bintang bagi PSG. Pemain muda berbakat ini, yang mencetak dua gol di leg pertama, kembali memberikan assist krusial untuk gol Marquinhos. Performa Doué sepanjang playoff ini menunjukkan mengapa Luis Enrique mempercayainya sebagai pengganti Ousmane Dembélé yang cedera di leg pertama. Doué tidak hanya memberikan kreativitas di lini tengah, tapi juga ancaman nyata di kotak penalti lawan.

Luis Enrique patut mendapat pujian atas rotasi dan adaptasi taktisnya. Meski sempat kewalahan di awal pertandingan, PSG mampu mengontrol permainan setelah Monaco kehilangan pemain. Penggunaan Kvaratskhelia sebagai ujung tombak juga terbukti efektif, dengan golnya menjadi penentu momentum di babak kedua.

Monaco: Perlawanan Tangguh Meski Gagal

AS Monaco patut diacungi jempol atas perlawanan mereka. Di leg pertama, mereka sempat unggul 2-0 melalui brace Folarin Balogun sebelum akhirnya kalah 2-3 setelah kartu merah Aleksandr Golovin. Di leg kedua, meski kalah jumlah pemain, Monaco mampu mencetak dua gol dan nyaris membalikkan agregat. Pelatih mereka berhasil membangun tim yang kompak dan berani menyerang, terutama melalui Akliouche dan Teze.

Sayangnya, kartu merah Coulibaly menjadi titik balik yang fatal. Dengan 10 pemain, Monaco kesulitan mempertahankan intensitas serangan, meski tetap memberikan ancaman hingga menit akhir. Kekalahan agregat ini mengakhiri petualangan Monaco di Champions League musim ini, tapi performa mereka menunjukkan potensi besar untuk masa depan.

Implikasi bagi PSG

Kualifikasi ini memberikan kelegaan bagi PSG, terutama setelah format baru Champions League yang lebih kompetitif. Sebagai juara bertahan, ekspektasi terhadap mereka sangat tinggi. Melaju ke 16 besar berarti PSG akan bertemu salah satu tim kuat lainnya, mungkin Barcelona atau Chelsea berdasarkan undian mendatang.

Namun, pertandingan melawan Monaco menunjukkan ada area yang perlu diperbaiki. PSG sempat kehilangan fokus di awal babak pertama dan kedua, serta rentan terhadap serangan balik. Luis Enrique harus memastikan timnya lebih solid di laga-laga besar mendatang jika ingin mempertahankan gelar.

Secara keseluruhan, imbang 2-2 ini bukanlah hasil mewah, tapi cukup bagi PSG untuk melanjutkan mimpi mereka di panggung Eropa. Les Parisiens kembali menunjukkan mental juara, meski melalui drama dan ketegangan hingga detik terakhir.

Dengan lolos ke 16 besar, PSG kini menatap tantangan berikutnya. Kompetisi semakin ketat, tapi dengan skuad berkualitas dan pengalaman juara bertahan, Paris Saint-Germain tetap menjadi salah satu kandidat kuat merebut trofi Champions League untuk kedua kalinya berturut-turut.

Berikut adalah susunan pemain (starting XI) untuk pertandingan PSG vs AS Monaco

Paris Saint-Germain (PSG) – Formasi 4-3-3

Kiper: Matvey Safonov (39)
Bek: Achraf Hakimi (2), Marquinhos (5), Willian Pacho (51), Nuno Mendes (25)
Gelandang: João Neves (87), Vitinha (17), Warren Zaïre-Emery (33)
Penyerang: Bradley Barcola (29), Désiré Doué (14), Khvicha Kvaratskhelia (7)

AS Monaco – Formasi 3-4-2-1 (atau variasi 3-5-2/4-2-3-1)

Kiper: Philipp Köhn (16)
Bek: Thilo Kehrer (5), Denis Zakaria (6, kapten), Wout Faes (25)
Wing-back/Gelandang Sayap: Vanderson (2), Aladji Bamba (23), Lamine Camara (15), Caio Henrique (12)
Penyerang/Gelandang Serang: Maghnes Akliouche (11), Mamadou Coulibaly (28)
Ujung Tombak: Folarin Balogun (9)

Categories: Sports

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *