SOLO – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Solo berlangsung meriah. Sepanjang Februari 2026, Pemerintah Kota Solo bersama komunitas Tionghoa dan pelaku pariwisata menggelar berbagai agenda budaya, religi, hingga hiburan untuk menarik wisatawan sekaligus memperkuat toleransi di Kota Bengawan.
Rangkaian acara Imlek di Solo tahun ini terpusat di sejumlah titik ikonik, seperti kawasan Pasar Gede, Balai Kota Solo, hingga koridor Jalan Jenderal Sudirman. Warga dan wisatawan disuguhi nuansa khas Tionghoa yang berpadu dengan budaya Jawa, menjadikan perayaan Imlek di Solo selalu unik dan berbeda.
Salah satu agenda utama adalah Kirab Budaya Imlek yang menampilkan barongsai, liong, atraksi wushu, hingga parade busana tradisional Tionghoa. Kirab ini melibatkan pelajar, sanggar seni, serta komunitas lintas budaya, sebagai simbol kerukunan antarumat beragama di Solo.
Selain kirab, masyarakat juga dapat menikmati Festival Kuliner Imlek di kawasan Pasar Gede. Beragam makanan khas seperti kue keranjang, bakpao, mi panjang umur, hingga sajian kuliner tradisional Solo menjadi daya tarik tersendiri. Festival ini digelar selama beberapa hari dan terbuka untuk umum.
Tak hanya itu, sejumlah vihara dan klenteng di Solo juga menggelar doa bersama dan sembahyang Imlek, yang dapat disaksikan wisatawan dengan tetap menghormati tata tertib ibadah. Pada malam hari, pertunjukan lampion dan pentas seni musik turut memeriahkan suasana, terutama di pusat kota.
Pemerintah Kota Solo berharap rangkaian event Imlek Februari 2026 ini mampu meningkatkan kunjungan wisata dan menggerakkan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM, perhotelan, dan kuliner. Perayaan ini juga menjadi bukti bahwa Solo sebagai Kota Bengawan terus menjaga nilai kebhinekaan dan keterbukaan.
Dengan berbagai agenda menarik tersebut, Solo kembali menegaskan diri sebagai salah satu destinasi favorit untuk merayakan Imlek di Jawa Tengah. Warga dan wisatawan pun diajak untuk bersama-sama menikmati kemeriahan Imlek 2026 dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan.
0 Comments