Spread the love

Jakarta, Indonesia — Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Republik Indonesia pada Kamis, 5 Februari 2026, di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3/M Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Wamenkeu dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Acara pelantikan juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan para menteri serta pejabat lainnya.

Juda Agung dilantik menggantikan Thomas Djiwandono, yang saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah melalui proses fit and proper test di DPR RI. Posisi yang ditinggalkan Juda di BI kini ditempati oleh Thomas.


Latar Belakang dan Pendidikan

Juda Agung lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, pada tahun 1964. Ia menempuh pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan fokus pada Teknologi Pertanian, lulus pada 1987.

Kemudian ia melanjutkan studi ke University of Birmingham, Inggris, dan meraih gelar Magister (Master) di bidang Commercial dan Social Science (1995) serta gelar Doktor (PhD) di bidang Ekonomi (1999).


Jejak Karier di Bank Indonesia dan Internasional

Karier Juda Agung dimulai di Bank Indonesia (BI) pada 1991 sebagai staf di Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Selama hampir tiga dekade, ia menempati berbagai posisi strategis di bank sentral:

  • Peneliti Ekonomi Junior dan kemudian peneliti di Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter (1999–2003).
  • Staf Gubernur BI (2003–2006).
  • Advisor kepada Direktur Eksekutif IMF (International Monetary Fund) di Washington D.C. (2007–2008), pengalaman yang memperluas wawasan internasionalnya.
  • Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Kepala Perwakilan BI di Jawa Barat, serta staf penugasan di Departemen Sumber Daya Manusia BI.
  • Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2022–2026, jabatan yang ia tinggalkan untuk mengemban peran baru sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Karena panjangnya pengalaman di BI, Juda dikenal memiliki kompetensi kuat dalam kebijakan moneter dan ekonomi makro, menjadikannya figur teknokrat yang menjadi aset bagi tim ekonomi pemerintah.


Tugas dan Fokus Sebagai Wakil Menteri Keuangan

Sebagai Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung akan bertugas mendukung Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam menjalankan fungsi fiskal negara, termasuk memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi Indonesia.


Pertukaran Jabatan dengan Thomas Djiwandono

Posisi Wamenkeu sempat kosong setelah Thomas Djiwandono terpilih menjadi Deputi Gubernur BI — sebuah perpindahan jabatan yang menjadi bagian dari dinamika kebijakan sumber daya manusia dalam pemerintahan. Kedua tokoh menukar posisi, dengan Juda menuju Kemenkeu dan Thomas masuk ke Bank Indonesia.


Harta Kekayaan dan Laporan LHKPN

Berdasarkan laporan e-LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) yang dirilis pada 10 Maret 2025, saat masih menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, Juda Agung tercatat memiliki harta dengan nilai total mencapai puluhan miliar rupiah yang tersebar dalam bentuk tanah, bangunan, dan aset lainnya.


Pelantikan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan menandai babak baru di tubuh Kementerian Keuangan RI, dengan harapan sinergi yang lebih kuat antara kebijakan fiskal dan moneter guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *