Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyampaikan apresiasi atas dukungan luas dari masyarakat terhadap institusi kepolisian. Polri menegaskan komitmennya untuk tetap loyal dan profesional dengan menempatkan Presiden Republik Indonesia sebagai panglima tertinggi sesuai konstitusi.
Kepala Divisi Humas Polri menegaskan bahwa dukungan publik menjadi energi penting bagi jajaran kepolisian dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menegakkan hukum, serta melindungi dan mengayomi seluruh warga negara tanpa pandang bulu.
“Polri berdiri tegak di bawah Presiden Republik Indonesia. Loyalitas kami tidak pernah berubah dan sepenuhnya sesuai dengan amanat Undang-Undang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (tanggal).
Ia menambahkan, Polri berkomitmen menjaga netralitas dan profesionalisme, khususnya dalam dinamika sosial dan politik nasional. Setiap anggota kepolisian diminta fokus pada tugas pokok dan fungsi, serta menghindari sikap atau tindakan yang dapat menimbulkan persepsi keberpihakan.
Polri juga mengapresiasi masyarakat yang terus berperan aktif menjaga situasi kondusif, termasuk melalui kritik dan masukan yang konstruktif. Menurutnya, keterlibatan publik menjadi bagian penting dalam memperkuat reformasi internal dan meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama Polri. Karena itu, kami terus berbenah, meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan berbasis keadilan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Polri kembali menegaskan bahwa institusi kepolisian tidak berada di bawah kepentingan kelompok atau individu tertentu. Polri hanya tunduk pada hukum, konstitusi, dan Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
Dengan dukungan masyarakat, Polri optimistis dapat terus menjalankan tugasnya secara profesional demi menjaga stabilitas nasional, keamanan publik, serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.
0 Comments