Spread the love

Jakarta, 5 Februari 2026 — Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal IV 2025 mencapai 5,39% (year-on-year/yoy), angka tertinggi sejak periode pascapandemi COVID-19. Capaian ini melampaui ekspektasi pasar dan menunjukkan momentum pemulihan ekonomi yang semakin kuat menjelang akhir tahun 2025.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal terakhir 2025, atas dasar harga berlaku, mencapai sekitar Rp 6.147,2 triliun, sementara atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp 3.474,5 triliun. Perolehan tersebut mendorong laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,39% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan ini tidak hanya lebih tinggi dibandingkan kuartal III-2025 yang tumbuh 5,04%, tetapi juga merupakan salah satu rekor pertumbuhan terbaik dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan kebangkitan perekonomian Indonesia dari dampak pandemi dan perlambatan global.

Dorongan Utama Pertumbuhan

Menurut data BPS, hampir seluruh sektor ekonomi tumbuh positif pada kuartal IV/2025, termasuk sektor manufaktur, perdagangan, jasa, dan konsumsi rumah tangga. Pertumbuhan sektor-sektor ini mencerminkan meningkatnya permintaan domestik sekaligus upaya penyesuaian struktur produksi nasional. Sementara itu, sektor pertambangan menjadi satu-satunya yang mencatat perlambatan.

Respon Pemerintah dan Proyeksi

Pencapaian pada kuartal terakhir ini juga menunjukkan bahwa kebijakan fiskal dan moneter yang ditempuh pemerintah mulai menunjukkan hasil. Pemerintah sebelumnya telah meluncurkan paket stimulus yang mencakup penyaluran bantuan sosial, tax holiday, dan insentif konsumsi untuk menopang daya beli masyarakat serta meningkatkan aktivitas ekonomi domestik.

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025 secara kumulatif berada di angka 5,11%, sedikit di bawah target pemerintah. Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan yang sempat lebih lambat pada kuartal-kuartal awal tahun.

Tantangan dan Arah Kebijakan ke Depan

Meskipun capaian kuartal IV menggembirakan, tantangan tetap ada, seperti tekanan dari inflasi global, fluktuasi harga komoditas, dan risiko eksternal lainnya. Bank Indonesia serta pemerintah diperkirakan akan terus menyesuaikan kebijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan di kuartal-kuartal berikutnya.

Para analis menilai bahwa pertumbuhan kuat di akhir 2025 dapat menjadi landasan bagi pertumbuhan yang lebih stabil sepanjang 2026, terutama dengan dukungan konsumsi domestik, investasi, dan ekspor yang terus menggeliat.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *