Jakarta, 14 Januari 2026 – Industri semen Indonesia diprediksi akan mencatat pertumbuhan positif pada tahun 2026, dengan proyeksi kenaikan penjualan sebesar 2,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini seiring dengan meningkatnya aktivitas konstruksi dan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.
Menurut Asosiasi Semen Indonesia (ASI), permintaan semen diperkirakan akan tetap stabil meski terdapat fluktuasi harga bahan baku dan biaya energi. “Pembangunan proyek pemerintah maupun swasta di sektor perumahan, jalan tol, dan fasilitas publik menjadi pendorong utama pertumbuhan penjualan semen,” ujar Ketua ASI, [Nama Ketua].
Data ASI menunjukkan bahwa konsumsi semen domestik sepanjang 2025 mencapai sekitar 70 juta ton, dan dengan proyeksi pertumbuhan 2,5%, angka konsumsi pada 2026 diperkirakan menembus 71,75 juta ton. Peningkatan ini juga didukung oleh upaya para produsen semen untuk meningkatkan efisiensi produksi, diversifikasi produk, dan memperluas jaringan distribusi ke wilayah-wilayah yang sebelumnya kurang terlayani.
Selain itu, beberapa proyek infrastruktur strategis seperti Jalan Tol Trans-Sumatra, proyek Ibu Kota Nusantara, serta pengembangan kawasan industri di luar Jawa diprediksi akan mendorong kebutuhan semen lebih tinggi. “Meski menghadapi tantangan global seperti kenaikan harga energi dan bahan baku, prospek pasar semen domestik tetap positif,” tambahnya.
Para pelaku industri berharap pertumbuhan yang moderat ini bisa menjadi sinyal stabilisasi pasar semen di Indonesia, serta mendorong peningkatan investasi pada sektor produksi dan distribusi semen.
Dengan proyeksi pertumbuhan 2,5%, industri semen Indonesia tetap optimistis menghadapi tahun 2026, di tengah dinamika ekonomi global dan domestik
0 Comments