Seorang pelatih kepala cabang olahraga panjat tebing resmi dinonaktifkan sementara menyusul mencuatnya dugaan kasus pelecehan yang dilaporkan oleh korban kepada pihak terkait. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen menjaga integritas olahraga serta memberikan ruang aman bagi atlet.
Pengurus Besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (PB FPTI) menyatakan keputusan penonaktifan dilakukan untuk mempermudah proses pemeriksaan internal sekaligus menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Federasi menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan atau pelecehan di lingkungan olahraga.
“Penonaktifan ini bersifat sementara hingga proses klarifikasi dan investigasi selesai. Kami ingin memastikan semua pihak mendapatkan perlakuan adil dan profesional,” ujar perwakilan PB FPTI dalam keterangan resminya.
Kasus ini langsung mendapat perhatian luas dari masyarakat dan komunitas olahraga. Sejumlah atlet dan pemerhati panjat tebing mendesak agar proses penanganan dilakukan secara transparan, serta meminta federasi memperkuat sistem perlindungan atlet, khususnya atlet usia muda.
Sementara itu, pelatih yang bersangkutan belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan tersebut. Pihak federasi menyebutkan akan menunjuk pelatih sementara agar program latihan dan persiapan atlet tetap berjalan normal.
PB FPTI juga menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum jika diperlukan, serta memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang melalui evaluasi dan pembenahan sistem pengawasan internal.
0 Comments