Jakarta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras serangan terbaru Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina yang mengakibatkan lebih dari satu juta warga kehilangan akses pemanas dan air bersih. Serangan tersebut dinilai memperparah krisis kemanusiaan, terutama di tengah musim dingin yang ekstrem.
Menurut pernyataan resmi PBB, serangan yang menyasar pembangkit listrik, jaringan distribusi energi, dan fasilitas air telah menyebabkan pemadaman luas di berbagai wilayah Ukraina. Kondisi ini membuat jutaan warga, termasuk anak-anak, lansia, dan kelompok rentan, terpaksa bertahan tanpa pemanas di suhu yang sangat rendah.
Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Ukraina menyebutkan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil melanggar hukum humaniter internasional. “Menargetkan fasilitas yang penting bagi kelangsungan hidup warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun,” tegasnya.
PBB juga mengingatkan bahwa dampak serangan ini tidak hanya bersifat sementara. Kerusakan pada sistem energi dan air membutuhkan waktu lama untuk diperbaiki, sementara kebutuhan masyarakat akan pemanas dan air bersih bersifat mendesak. Rumah sakit, sekolah, dan tempat penampungan darurat turut terdampak, sehingga meningkatkan risiko kesehatan dan keselamatan publik.
Selain mengecam tindakan Rusia, PBB menyerukan agar semua pihak yang terlibat dalam konflik segera menghentikan serangan terhadap infrastruktur sipil dan memberikan akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan. Bantuan darurat berupa generator listrik, bahan bakar, pemanas portabel, serta pasokan air bersih kini tengah disalurkan untuk membantu warga terdampak.
Sejak konflik Rusia-Ukraina pecah, serangan terhadap fasilitas energi menjadi salah satu faktor utama yang memperburuk kondisi kemanusiaan di Ukraina. PBB menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendukung rakyat Ukraina serta mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan perdamaian.
0 Comments