Spread the love

Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif pada perdagangan internasional. Pada Desember 2025, neraca perdagangan Indonesia membukukan surplus sebesar USD 2,51 miliar, melanjutkan tren surplus yang telah terjaga sepanjang tahun lalu.

Surplus neraca perdagangan tersebut didorong oleh kinerja ekspor yang masih solid, meski di tengah tantangan perlambatan ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas. Total ekspor Indonesia pada Desember 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan nilai impor, sehingga menghasilkan selisih positif bagi perdagangan nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus Desember 2025 terutama disumbang oleh sektor nonmigas, yang tetap menjadi penopang utama neraca perdagangan Indonesia. Komoditas unggulan seperti batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), serta produk besi dan baja masih mencatatkan permintaan yang relatif kuat di pasar global.

Sementara itu, neraca perdagangan migas masih mengalami defisit, seiring tingginya kebutuhan impor minyak mentah dan bahan bakar minyak untuk memenuhi konsumsi domestik. Namun, defisit migas tersebut berhasil ditutupi oleh surplus besar dari sektor nonmigas.

Secara kumulatif, capaian surplus neraca perdagangan sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian global. Pemerintah menilai kinerja ini menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta ketahanan ekonomi nasional.

Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong diversifikasi pasar ekspor dan peningkatan nilai tambah produk dalam negeri, agar surplus neraca perdagangan dapat berkelanjutan dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi perekonomian Indonesia.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *