Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui tiga “mesin” utama yang menjadi fokus kebijakan fiskal. Hal ini disampaikan Menkeu dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Menurut Purbaya, tiga mesin pertumbuhan ekonomi tersebut terdiri dari investasi, konsumsi domestik, dan ekspor. “Ketiga pilar ini saling mendukung untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional,” ujarnya.
Investasi sebagai motor utama
Investasi menjadi salah satu kunci untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas. Pemerintah akan mempermudah proses perizinan, memberikan insentif fiskal, serta mendorong kemitraan dengan investor swasta, termasuk investor asing.
Konsumsi domestik tetap jadi penopang
Mesin kedua, konsumsi domestik, tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. Menkeu menegaskan, pemerintah akan terus menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan subsidi tepat sasaran, bantuan sosial, dan program penguatan UMKM.
Ekspor diperkuat untuk mendongkrak devisa
Sementara itu, ekspor menjadi mesin ketiga yang ditingkatkan untuk memperkuat neraca perdagangan dan devisa negara. Purbaya menyebut pemerintah tengah mendorong ekspor produk manufaktur, pertanian, dan energi dengan dukungan kebijakan fiskal dan fasilitas logistik.
Menkeu optimistis, jika ketiga mesin ini berjalan optimal, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat meningkat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. “Kita targetkan pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu menyerap tenaga kerja secara luas,” pungkasnya.
Pakar ekonomi menilai strategi tiga mesin yang diungkap Menkeu tersebut cukup realistis. Namun, keberhasilan implementasi akan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
0 Comments