Washington, 13 Januari 2026 — Situasi di Iran kembali memanas dan menuai kekhawatiran global setelah pemerintah Amerika Serikat resmi mengimbau seluruh warganya yang berada di Iran untuk segera keluar dari negara tersebut. Peringatan ini dikeluarkan di tengah eskalasi protes besar-besaran dan tindakan keras pemerintah Iran yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Ancaman dan Ketidakstabilan yang Meningkat
Dalam sebuah peringatan keamanan darurat yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Virtual AS di Iran, otoritas Washington secara tegas menyatakan bahwa protes di seluruh negeri bisa berubah menjadi kekerasan yang lebih luas, berpotensi menyebabkan penangkapan, cedera hingga risiko keselamatan bagi warga asing.
Seruan utama dalam peringatan itu adalah:
“Leave Iran now” (Tinggalkan Iran sekarang juga).
Warga AS diimbau untuk merencanakan rute keluar tanpa bergantung pada bantuan pemerintah AS, karena fasilitas dan bantuan konsuler sangat terbatas di Iran.
Risiko Bagi Warga AS di Iran
Peringatan tersebut merinci sejumlah risiko serius yang dihadapi warga AS, antara lain:
Penahanan atau penangkapan sepihak, terutama bagi warga yang menunjukkan paspor AS atau memiliki keterkaitan dengan Amerika.
Gangguan komunikasi, dengan pemadaman internet dan pembatasan akses telekomunikasi yang terus berlangsung.
Pembatasan perjalanan dan pembatalan penerbangan serta penutupan jalur transportasi yang membuat keluar dari Iran melalui udara menjadi semakin sulit.
Solusi dan Alternatif Evakuasi
Sebagai bagian dari imbauannya, pemerintah AS juga memberikan beberapa saran praktis kepada warganya yang masih berada di Iran:
Pertimbangkan keluar dari Iran melalui jalur darat ke negara tetangga yang aman seperti Armenia atau Turki jika aman.
Jika tak bisa meninggalkan negara, warga AS disarankan mencari tempat tinggal yang aman dan persediaan makanan, air serta obat-obatan.
Latar Belakang Situasi di Iran
Peringatan ini muncul di tengah gelombang protes nasional yang telah berlangsung lebih dari beberapa minggu, menentang kebijakan pemerintah Iran dan memperluas tuntutan rakyat terhadap reformasi politik. Laporan independen menyebut jumlah korban jiwa dan jumlah penahanan meningkat tajam, meski angka pastinya sulit diverifikasi karena pembatasan informasi.
Di tengah kondisi yang semakin tidak stabil itu, pemerintah AS menekankan bahwa tidak ada kedutaan resmi Amerika di Iran yang dapat memberikan layanan konsuler, dan pihak Swiss mencakup perlindungan atas nama AS dalam kapasitas terbatas.
0 Comments