Banjarmasin – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terkait penyidikan kasus dugaan suap yang menyeret nama Mulyono. Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari upaya pengumpulan alat bukti dalam perkara yang tengah ditangani lembaga antirasuah tersebut.
Juru Bicara KPK menyampaikan bahwa tim penyidik mendatangi kantor pajak sejak pagi hari dan melakukan pemeriksaan di sejumlah ruangan, termasuk ruang kerja pejabat terkait dan bagian administrasi. Dari lokasi tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan aliran dana suap.
“Penggeledahan ini dilakukan untuk melengkapi berkas perkara tersangka Mulyono dan pihak-pihak lain yang diduga terlibat. Kami menyita beberapa dokumen serta perangkat elektronik yang akan dianalisis lebih lanjut,” ujar perwakilan KPK dalam keterangannya.
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK beberapa waktu lalu. Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan sejumlah pihak, termasuk Mulyono yang diduga berperan sebagai pemberi suap kepada oknum pejabat pajak. Suap tersebut diduga terkait dengan pengurusan kewajiban perpajakan salah satu perusahaan.
KPK menduga praktik suap dilakukan agar nilai pajak yang harus dibayarkan perusahaan dapat ditekan atau mendapatkan perlakuan khusus dalam proses pemeriksaan. Jika terbukti, para tersangka dapat dijerat dengan Pasal 5 atau Pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi tentang pemberian suap, serta Pasal 12 huruf a atau b bagi penerima suap.
Pihak Kantor Pajak Banjarmasin menyatakan kooperatif dan mendukung penuh proses hukum yang berjalan. Mereka memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal meski penggeledahan dilakukan.
KPK menegaskan akan terus mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara ini. Lembaga tersebut juga mengimbau seluruh aparatur negara untuk menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan.
Perkembangan kasus suap Mulyono ini akan terus dipantau seiring proses penyidikan yang masih berlangsung.
0 Comments