Spread the love

Jakarta, 10 Februari 2026 — Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H / 2026 M, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) memperkuat kegiatan syiar keagamaan hingga menjangkau Ibu Kota Nusantara (IKN) dan daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Ini merupakan bagian dari program besar bertema “Joyful Ramadan” yang disiapkan untuk menyemarakkan ibadah sekaligus memperkuat harmoni sosial di seluruh pelosok tanah air.

🎯 Program & Strategi

Kemenag melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) menyiapkan 20 program unggulan yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi milenial serta warga di wilayah pelosok. Fokus utama adalah:

  • Penguatan layanan keagamaan melalui masjid dan kantor urusan agama (KUA).
  • Literasi keislaman yang moderat dan mencerahkan.
  • Pemberdayaan ekonomi umat melalui optimalisasi zakat dan wakaf produktif.

Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, menekankan bahwa Ramadan harus menjadi momen ibadah yang menggembirakan (joyful), membawa ketenangan spiritual, solidaritas sosial, dan produktivitas dalam keberagaman.

🕌 Syiar Ramadan di IKN

Kemenag memberikan perhatian khusus terhadap Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat baru pemerintahan. Melalui program “Semesta Ramadan IKN”, beragam kegiatan digelar, seperti:

  • Buka puasa bersama.
  • Kajian dan kultum (kuliah tujuh menit).
  • Talkshow beragam segmen masyarakat (termasuk Gen-Z dan ibu-ibu) setiap akhir pekan.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kehidupan spiritual dan kebersamaan sosial di kawasan ibu kota baru.

📍 Syiar hingga Wilayah 3T

Sebagai wujud pemerataan layanan keagamaan, Kemenag akan mengirim lebih dari 2.000 dai ke wilayah-wilayah 3T selama Ramadan 1447 H/2026 M. Para dai ini ditugaskan untuk:

  • Memberikan pelayanan ibadah dan dakwah.
  • Membantu memperkuat pemahaman Islam di daerah dengan akses pembinaan terbatas.
  • Mendorong semangat kebersamaan dan moderasi beragama di masyarakat.

Program pengiriman dai merupakan kolaborasi antara Kemenag dan organisasi kemasyarakatan Islam, sekaligus bagian dari rangkaian kegiatan “Joyful Ramadan Mubarak”.

Inovasi Syiar dan Pendidikan

Selain itu, Kemenag memperkenalkan inovasi “Starling” (Salat Tarawih Keliling), yaitu kegiatan salat tarawih yang berpindah-pindah ke instansi pemerintahan dan lembaga negara. Tujuan inovasi ini adalah mempererat tali silaturahmi antarinstansi dan memperluas jangkauan kegiatan keagamaan.

💍 Program Pasca-Ramadan

Sebagai penutup rangkaian kegiatan Ramadan dan Syawal, Kemenag juga akan menyelenggarakan “Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo” setelah Idulfitri. Ini bukan hanya acara nikah massal, tetapi juga pameran industri pernikahan halal serta kampanye sadar pencatatan nikah untuk masyarakat luas.


Kesimpulan:
Melalui strategi yang inklusif dan menyeluruh, Kemenag berupaya memastikan syiar Islam tidak hanya terselenggara di pusat kota, tetapi juga merambah ke IKN dan wilayah 3T. Program ini sekaligus mengokohkan nilai-nilai moderasi, solidaritas sosial, serta pemberdayaan umat sepanjang Ramadan 1447 H / 2026 M.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *