Harga logam mulia di pasar domestik kembali menunjukkan tren penguatan pada akhir Februari 2026. Setelah sebelumnya harga emas mengalami kenaikan signifikan, kini giliran harga perak produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam yang ikut melonjak. Pada perdagangan Sabtu, 28 Februari 2026, harga perak Antam tercatat naik sebesar Rp 2.950 per gram dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan harga perak ini dinilai sebagai bagian dari pergerakan positif komoditas logam mulia secara global. Selain dipengaruhi oleh kenaikan harga emas dunia, faktor permintaan industri serta sentimen ekonomi global juga turut mendorong harga perak mengalami penguatan.
Harga Perak Antam Menguat Signifikan
Berdasarkan data perdagangan logam mulia, harga perak Antam pada 28 Februari 2026 mengalami lonjakan yang cukup tajam. Kenaikan sebesar Rp 2.950 per gram membuat harga perak kini berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Penguatan ini terjadi setelah harga emas yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk juga mengalami tren naik dalam beberapa hari terakhir. Banyak analis menilai bahwa pergerakan harga perak sering kali mengikuti arah pergerakan emas, meskipun volatilitasnya cenderung lebih besar.
Perak dikenal sebagai logam mulia yang memiliki dua fungsi utama, yakni sebagai instrumen investasi dan juga sebagai bahan baku industri. Hal ini membuat harga perak sering kali lebih sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi global dibandingkan emas.

Dipengaruhi Kenaikan Harga Emas Dunia
Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga perak Antam adalah meningkatnya harga emas di pasar internasional. Dalam beberapa waktu terakhir, harga emas dunia terus bergerak naik karena meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven.
Ketika ketidakpastian ekonomi global meningkat, investor biasanya mencari aset yang relatif aman seperti emas dan perak. Kondisi ini membuat permintaan terhadap logam mulia meningkat dan pada akhirnya mendorong kenaikan harga.
Selain itu, melemahnya beberapa mata uang utama dunia terhadap dolar AS juga memicu pergerakan harga komoditas logam mulia. Investor global cenderung mengalihkan sebagian portofolionya ke aset berbasis komoditas, termasuk emas dan perak.
Permintaan Industri Ikut Mendorong Harga
Tidak seperti emas yang sebagian besar digunakan untuk investasi dan perhiasan, perak memiliki peran penting dalam sektor industri. Logam ini banyak digunakan dalam berbagai teknologi modern, mulai dari elektronik, panel surya, hingga industri otomotif.
Permintaan perak dari sektor energi terbarukan juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Industri panel surya, misalnya, membutuhkan perak sebagai komponen penting dalam proses produksi sel fotovoltaik.
Dengan meningkatnya investasi global pada energi hijau dan teknologi ramah lingkungan, permintaan terhadap perak diperkirakan akan terus meningkat. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membuat prospek harga perak dinilai cukup positif dalam jangka panjang.

Minat Investor Terhadap Logam Mulia Meningkat
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, minat masyarakat terhadap investasi logam mulia juga mengalami peningkatan. Banyak investor ritel mulai melirik perak sebagai alternatif investasi selain emas.
Harga perak yang relatif lebih terjangkau dibandingkan emas membuat logam ini menjadi pilihan menarik bagi investor pemula. Dengan modal yang lebih kecil, masyarakat sudah dapat memiliki aset logam mulia yang memiliki potensi kenaikan harga.
Selain itu, pergerakan harga perak yang cenderung lebih volatil dibandingkan emas juga memberikan peluang keuntungan yang lebih besar bagi investor yang mampu membaca momentum pasar.
Prospek Harga Perak ke Depan
Sejumlah analis memproyeksikan bahwa harga perak masih memiliki peluang untuk terus menguat dalam beberapa waktu ke depan. Selama harga emas dunia tetap berada dalam tren naik, perak diperkirakan akan ikut terdorong naik.
Faktor lain yang dapat memengaruhi harga perak adalah kebijakan suku bunga global, inflasi, serta kondisi geopolitik dunia. Jika ketidakpastian ekonomi global terus meningkat, maka permintaan terhadap aset safe haven kemungkinan akan semakin tinggi.
Selain itu, peningkatan penggunaan perak dalam industri teknologi dan energi hijau juga diperkirakan akan memberikan dukungan terhadap harga logam ini dalam jangka panjang.
Strategi Investasi Perak
Bagi investor yang tertarik berinvestasi pada perak, ada beberapa strategi yang dapat dipertimbangkan. Salah satunya adalah membeli perak fisik seperti batangan atau koin yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk.
Selain perak fisik, investor juga dapat berinvestasi melalui instrumen keuangan yang terkait dengan perak, seperti reksa dana berbasis komoditas atau kontrak berjangka.
Namun demikian, para ahli mengingatkan bahwa investasi logam mulia tetap memiliki risiko karena harga dapat bergerak fluktuatif. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap memperhatikan kondisi pasar dan melakukan diversifikasi portofolio.
Logam Mulia Tetap Jadi Pilihan Aman
Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, logam mulia seperti emas dan perak masih menjadi pilihan investasi yang relatif aman. Kedua komoditas ini sering kali menjadi tempat berlindung bagi investor ketika pasar keuangan mengalami gejolak.
Kenaikan harga perak Antam pada 28 Februari 2026 yang mencapai Rp 2.950 per gram menunjukkan bahwa minat pasar terhadap logam mulia masih cukup kuat. Dengan berbagai faktor pendukung seperti permintaan industri dan sentimen global, harga perak diperkirakan akan tetap bergerak dinamis dalam waktu mendatang.
Bagi masyarakat yang ingin menjaga nilai aset di tengah inflasi dan ketidakpastian ekonomi, investasi logam mulia seperti perak dapat menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan.
0 Comments