Spread the love

Jakarta, 21 Februari 2026 — Harga emas dunia kembali melonjak tajam lebih dari 1% pada perdagangan Jumat (20/2), setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) menunjukkan pertumbuhan yang lebih lemah dari perkiraan dan kekhawatiran baru terkait kebijakan tarif Presiden Donald Trump ikut mewarnai sentimen pasar.

📈 Emas Menguat Didukung Data Ekonomi AS

Pada sesi perdagangan Jumat, harga emas di pasar spot melonjak sekitar 1,5% ke level lebih dari USD 5.070 per ons, sementara kontrak berjangka emas untuk pengiriman April ditutup naik 1,7%. Lonjakan ini terjadi seiring pasar menanggapi data Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang tumbuh jauh di bawah ekspektasi analis. Pertumbuhan ekonomi kuartal keempat hanya mencapai sekitar 1,4%, jauh di bawah perkiraan sekitar 3%, mencerminkan aktivitas ekonomi yang melambat signifikan.

Selain itu, indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) — ukuran inflasi yang menjadi favorit Federal Reserve (The Fed) — justru menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan, memperkuat persepsi bahwa inflasi masih tetap kuat meskipun pertumbuhan melambat.

🏦 Ekspektasi Pasar terhadap Kebijakan The Fed

Sentimen emas semakin positif karena pelaku pasar kini memperkirakan kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed sebanyak dua kali tahun ini, sebagai respons terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi. Emas secara tradisional berkinerja baik saat suku bunga turun, karena biaya peluang memegang aset non-yield rendah.

🛡️ Emas Kembali Menjadi Aset Safe Haven

Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, emas kembali menarik minat investor sebagai aset safe haven. Selain pergerakan data ekonomi internal AS, pasar global kini juga mencerna langkah terbaru dari pemerintahan AS terkait tarif perdagangan.

📊 Bayangan Tarif Trump di Balik Pasar

Salah satu faktor yang turut “membayangi” pergerakan emas adalah kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang penuh ketidakpastian. Setelah Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar kebijakan tarif yang diusulkan Trump, pemerintah AS disebutkan tengah mempertimbangkan memberlakukan tarif baru untuk menggantikan aturan sebelumnya. Ketidakpastian ini memicu kekhawatiran pasar karena potensi dampaknya pada perdagangan global dan inflasi.

Keputusan hukum yang membatasi kekuasaan presiden dalam menetapkan tarif, serta proyeksi bahwa tarif baru akan diterapkan untuk jangka waktu tertentu, membuat pelaku pasar tetap waspada. Ketidakpastian ini justru mendorong aliran modal ke emas, yang dilihat sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan ekonomi.

🥇 Logam Lain Turut Menguat

Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan signifikan. Perak spot naik hampir 6%, sementara platinum dan paladium masing-masing meningkat lebih dari 4%. Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen risiko di pasar komoditas yang lebih luas juga sedang meningkat.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *