Spread the love

Harga cabai rawit merah di sejumlah daerah dilaporkan mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan harga ini dipicu oleh pasokan yang sempat terganggu akibat faktor cuaca serta peningkatan permintaan menjelang akhir bulan.

Merespons kondisi tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat dengan menyalurkan tambahan pasokan cabai rawit merah sebanyak 1,7 ton ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa (—/—).

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga komoditas hortikultura strategis, khususnya cabai rawit merah yang kerap bergejolak. Pasar Induk Kramat Jati dipilih karena menjadi barometer harga sekaligus pusat distribusi utama cabai untuk wilayah Jabodetabek.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan menyampaikan bahwa penambahan pasokan diharapkan dapat menambah ketersediaan cabai di tingkat pedagang sehingga harga berangsur turun. “Kami terus memantau pergerakan harga dan stok di lapangan. Jika diperlukan, operasi pasar dan distribusi tambahan akan kembali dilakukan,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan, harga cabai rawit merah sebelumnya sempat menembus kisaran Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram di tingkat eceran, naik signifikan dibandingkan pekan sebelumnya. Dengan masuknya pasokan baru ini, pedagang berharap harga bisa kembali ke level yang lebih terjangkau bagi konsumen.

Kementan juga mengimbau pemerintah daerah untuk aktif berkoordinasi dalam menjaga kelancaran distribusi, termasuk memperkuat pasokan dari sentra produksi ke pasar-pasar utama. Selain itu, petani diharapkan tetap menjaga kualitas dan kontinuitas produksi agar gejolak harga dapat ditekan ke depan.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *