Pemerintah terus memperkuat langkah strategis dalam upaya menurunkan angka stunting nasional melalui penguatan produksi suplemen mikronutrien di dalam negeri. Program ini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia dini.
Produksi suplemen mikronutrien, seperti zat besi, asam folat, vitamin A, zinc, dan berbagai vitamin esensial lainnya, dinilai krusial dalam mencegah kekurangan gizi kronis yang menjadi salah satu penyebab utama stunting. Dengan memperkuat produksi nasional, pemerintah berharap ketersediaan suplemen dapat terjamin, merata, dan terjangkau hingga ke wilayah terpencil.
Kementerian terkait menegaskan bahwa dukungan terhadap industri farmasi dan pangan lokal menjadi kunci keberhasilan program ini. Selain mengurangi ketergantungan impor, produksi dalam negeri juga diyakini mampu menekan biaya distribusi serta memastikan kualitas produk sesuai standar nasional dan internasional.
“Penguatan produksi suplemen mikronutrien merupakan langkah nyata untuk mendukung target penurunan stunting. Intervensi gizi spesifik harus dilakukan secara konsisten, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan,” ujar salah satu pejabat pemerintah dalam keterangannya.
Selain produksi, pemerintah juga mendorong sinergi lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah daerah, hingga pelaku industri, agar distribusi dan pemanfaatan suplemen berjalan optimal. Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi mikronutrien juga terus digencarkan untuk meningkatkan kesadaran gizi keluarga.
Melalui dukungan terhadap program nasional ini, pemerintah optimistis target penurunan stunting dapat tercapai sesuai rencana. Produksi suplemen mikronutrien yang kuat dan berkelanjutan diharapkan menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.
0 Comments