Presiden Donald Trump kini tengah menghadapi salah satu krisis geopolitik paling tegang sejak masa jabatannya, setelah protes besar-besaran berlangsung selama lebih dari dua minggu di Iran dan ketegangan dengan Teheran terus meningkat.
Menurut beberapa media besar AS, Trump telah diberi serangkaian opsi militer oleh pejabat tinggi militer dan intelijen, termasuk kemungkinan serangan terbatas ke situs-situs tertentu di Iran, meskipun belum ada keputusan final yang diumumkan.
Protes Besar-Besaran di Iran Tetap Berlanjut
Aksi protes yang dipicu oleh keruntuhan nilai mata uang rial dan kesulitan ekonomi kini telah berubah menjadi tuntutan luas terhadap struktur kekuasaan di Iran. Demonstrasi terus terjadi di ibu kota Teheran, Mashhad, dan kota-kota lain, meskipun otoritas melakukan pengetatan kontrol keamanan dan ancaman represif.
Human rights group melaporkan bahwa puluhan hingga lebih dari seratus warga tewas dan ribuan lainnya ditangkap, mempertegas eskalasi ketegangan di negara tersebut.
AS “Siap Membantu” — Ancaman Trump Semakin Tegas
Trump sendiri telah berulang kali menyatakan dukungan kepada para demonstran. Dalam unggahan terkini di platform media sosialnya, ia menyebut bahwa Iran sedang “memandang kebebasan yang mungkin belum pernah terlihat sebelumnya” dan AS “siap membantu”. Ia juga memperingatkan bahwa jika otoritas Iran membunuh demonstran, Washington akan terlibat secara langsung.
Namun, Trump juga menegaskan bahwa “bantuan” tersebut tidak berarti pengerahan tentara di lapangan, meskipun ia berbicara tentang serangan militer yang “sangat keras di titik krusial”.
Opsi Serangan Militer di Tangan Trump
Pejabat pemerintahan AS dilaporkan telah menyerahkan berbagai opsi kepada Trump, termasuk serangan udara terbatas terhadap instalasi yang terkait dengan aparat keamanan Iran yang terlibat dalam penindasan protes. Tetapi belum ada keputusan tertulis atau perintah resmi yang dirilis.
Para komandan militer menekankan bahwa jika ada serangan, pembalasan Iran bisa sangat berbahaya bagi pasukan AS di wilayah tersebut serta sekutu regional — termasuk Israel — dan bisa memicu konflik yang lebih luas di kawasan.
Reaksi Iran dan Peringatan Retaliasi
Respon dari Teheran keras. Parlemen Iran memperingatkan bahwa jika AS melakukan serangan, mereka akan menargetkan pasukan dan fasilitas militer AS serta sekutunya, termasuk di Israel yang kini berada dalam status siaga tinggi atas kemungkinan intervensi AS.
Pihak Iran juga menggambarkan protes sebagai sabotase yang didukung luar negeri, mengklaim bahwa Washington mencoba ikut campur dalam urusan dalam negeri mereka.
Dukungan dan Kritik Internasional
Beberapa negara, termasuk Inggris, menyerukan transisi damai dan dialog politik di Iran, menolak intervensi militer langsung meskipun mengkritik kekerasan terhadap para demonstran.
Sementara itu, berbagai kelompok masyarakat sipil di berbagai negara juga turun ke jalan, menyerukan agar dunia tidak memicu perang yang lebih luas di Timur Tengah.erlanjut
0 Comments