JAKARTA, — Aksi protes anti-pemerintah yang kembali memanas di Iran kini memasuki pekan kedua, dengan ribuan warga turun ke jalan menuntut perubahan besar dalam pemerintahan dan kehidupan sehari-hari. Situasi telah memicu peringatan keras dari Garda Revolusi Iran (IRGC) yang menegaskan bahwa menjaga keamanan nasional adalah “garis merah” yang tidak boleh dilanggar oleh para demonstran maupun pihak luar.
Unjuk rasa yang awalnya dipicu oleh ketidakpuasan atas kondisi ekonomi, inflasi yang tinggi, dan kesulitan hidup kini berkembang menjadi tuntutan yang lebih luas terhadap pemerintahan dan struktur politik di negara itu. Demonstrasi telah berlangsung di banyak kota besar termasuk Tehran, Mashhad, Karaj, dan kota-kota lainnya, meskipun pemerintah melakukan pemadaman internet nasional untuk membatasi komunikasi.
Garda Revolusi Tegaskan Tanggung Jawab dan Ancaman “Garis Merah”
Dalam pernyataan yang disiarkan oleh media negara, Garda Revolusi – kekuatan elite yang setia kepada Pemimpin Tertinggi Iran – mengatakan bahwa keamanan dan stabilitas dianggap sebagai batas yang tak dapat ditawar, dan setiap ancaman terhadapnya akan ditanggapi secara serius. Pernyataan itu menyebutkan bahwa kelompok yang mereka sebut “teroris” telah menyerang pangkalan militer dan fasilitas keamanan, menyebabkan korban di kedua belah pihak.
Militer Iran juga menegaskan akan melindungi infrastruktur strategis dan properti umum, sementara aparat keamanan sudah dikerahkan dalam jumlah besar untuk mencegah kerusuhan meluas.
Kekerasan dan Eskalasi di Lapangan
Beberapa sumber hak asasi manusia dan media internasional melaporkan bahwa puluhan demonstran tewas dan ratusan lainnya ditangkap, meskipun angka pastinya sulit diverifikasi akibat pembatasan informasi. Selain itu, laporan menyebutkan bahwa ada benturan antara demonstran dan pasukan keamanan, termasuk penggunaan tembakan langsung di beberapa daerah.
Respons Internasional dan Ketegangan Geopolitik
Sementara tekanan di dalam negeri terus meningkat, reaksi internasional pun mulai muncul. Presiden AS dan beberapa pejabat Barat menyatakan dukungan kepada rakyat Iran dan mengkritik tindakan keras pemerintah terhadap demonstran. Namun, pemerintah Iran menuduh negara-negara luar seperti AS dan Israel berusaha memperburuk situasi dan mengintervensi urusan domestik mereka.
Apa yang Disoroti Ke Depan?
Dengan Garda Revolusi menempatkan keamanan sebagai batas yang tidak boleh dilampaui, banyak analis memprediksi bahwa pemerintah Iran mungkin akan meningkatkan langkah-langkah represif jika demonstrasi terus berlanjut. Di sisi lain, para pengunjuk rasa tetap gigih dalam tuntutan mereka untuk perubahan radikal. Protes ini menandai salah satu periode paling kritis dalam beberapa tahun terakhir hubungan antara rakyat Iran dan otoritasnya.
0 Comments