Elon Musk kembali menarik perhatian dunia dengan pernyataannya yang kontroversial. CEO Tesla dan SpaceX itu memprediksi bahwa Amerika Serikat berpotensi kalah telak dari China dalam persaingan global, khususnya di bidang teknologi, ekonomi, dan manufaktur. Pernyataan tersebut memicu perdebatan luas di kalangan pengamat internasional.
Dalam beberapa kesempatan, Musk menyoroti pesatnya kemajuan China, terutama dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI), energi terbarukan, kendaraan listrik, serta industri manufaktur skala besar. Menurutnya, China memiliki keunggulan signifikan dari sisi jumlah tenaga kerja terampil, kecepatan inovasi, dan dukungan kebijakan pemerintah yang konsisten.
“China sangat serius membangun masa depan teknologinya. Jika tren ini berlanjut, sulit bagi Amerika Serikat untuk mengejar, apalagi mempertahankan dominasinya,” ujar Musk dalam pernyataan yang dikutip dari berbagai sumber internasional.
Musk juga menyinggung masalah internal AS, seperti ketergantungan pada impor, birokrasi yang dinilai lambat, serta menurunnya minat generasi muda pada sektor manufaktur dan teknik. Hal ini, menurutnya, dapat melemahkan daya saing Amerika dalam jangka panjang.
Sementara itu, China terus memperluas pengaruh globalnya melalui investasi besar-besaran di bidang riset, infrastruktur, dan teknologi strategis. Negeri Tirai Bambu tersebut kini menjadi pemain utama dalam rantai pasok dunia, termasuk baterai kendaraan listrik dan semikonduktor.
Meski demikian, sejumlah analis menilai prediksi Musk tidak sepenuhnya pasti. Amerika Serikat masih memiliki keunggulan dalam inovasi, universitas riset kelas dunia, serta ekosistem startup yang kuat. Namun, peringatan Musk dianggap sebagai sinyal penting agar AS segera berbenah dan mempercepat langkah strategisnya.
Prediksi Elon Musk ini kembali menegaskan bahwa persaingan antara Amerika Serikat dan China bukan sekadar isu ekonomi, melainkan juga pertarungan pengaruh global di masa depan. Dunia kini menunggu, apakah peringatan tersebut akan menjadi kenyataan atau justru memicu kebangkitan baru bagi Amerika Serikat.
0 Comments