Jakarta, 5 Februari 2026 โ Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia per September 2025 mencapai 23,36 juta orang, atau sekitar 8,25 persen dari total penduduk. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya, yaitu Maret 2025 yang tercatat sebanyak 23,85 juta orang.
๐ Tren Penurunan Kemiskinan
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa sepanjang periode MaretโSeptember 2025 terjadi penurunan jumlah warga miskin sebanyak sekitar 490 ribu orang. Penurunan ini juga tercermin dalam persentase tingkat kemiskinan yang turun 0,22 persen poin dibandingkan periode Maret 2025.
Menurut BPS, tren ini merupakan lanjutan dari tren penurunan kemiskinan Indonesia yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir, mencerminkan perbaikan kondisi ekonomi secara umum meskipun tantangan masih ada.
๐๏ธ Perkotaan vs Pedesaan
Dari sisi wilayah, tingkat kemiskinan di perkotaan mencapai 6,60 persen, sementara di pedesaan lebih tinggi yaitu 10,72 persen. Meskipun berada di desa masih lebih tinggi, keduanya menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan dengan Maret 2025.
๐ Distribusi Wilayah
- Pulau Jawa menjadi kawasan dengan jumlah penduduk miskin terbanyak, yaitu sekitar 12,32 juta orang atau sekitar 52,75 persen dari total penduduk miskin di Indonesia.
- Sementara itu, Pulau Kalimantan mencatat jumlah penduduk miskin paling sedikit, sekitar 880 ribu orang.
๐ Apa Itu Garis Kemiskinan?
Garis kemiskinan merupakan jumlah minimum kebutuhan pengeluaran per kapita yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non-makanan. Masyarakat yang pengeluarannya berada di bawah garis ini dikategorikan sebagai penduduk miskin dalam statistik resmi BPS.
๐ Gambaran Umum
Secara keseluruhan, data terbaru menunjukkan penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin di Indonesia, menunjukkan kemajuan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Namun, angka yang masih di atas 23 juta orang mencerminkan tantangan sosial ekonomi yang tetap penting, terutama di wilayah pedesaan dan kawasan dengan ketimpangan ekonomi yang relatif tinggi.
0 Comments