Jakarta, 30 Januari 2026 β Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami koreksi signifikan setelah beberapa hari mencatat rekor tertinggi di pasar domestik. Harga emas 24 karat Antam yang sebelumnya sempat menyentuh puncak tertinggi dalam sejarah kini turun, seiring aksi ambil untung oleh investor dan tekanan dari pergerakan pasar global.
π Harga Lengser dari Rekor
Pada perdagangan Kamis (29 Januari 2026), emas Antam sempat melonjak kuat ke Rp3.168.000 per gram, mencatat level tertinggi dalam tren kenaikan beberapa pekan terakhir. Namun pada Jumat, 30 Januari 2026, harga emas Antam justru menurun sekitar Rp48.000 per gram, menjadi Rp3.120.000 per gram. Penurunan ini dianggap sebagai koreksi natural setelah harga mencapai level ekstrem baru di pasar domestik.
Analis pasar menyebut penurunan harga ini dipengaruhi oleh aksi profit taking investor yang mulai merealisasikan keuntungan, serta ada penguatan tipis nilai tukar Dolar AS yang memberikan tekanan pada komoditas yang dihargai dalam dolar di pasar global.
π° Rincian Harga Emas Antam 30 Januari 2026
Berikut adalah rincian harga emas batangan Antam berdasarkan berbagai ukuran berat (belum termasuk potongan pajak PPh 0,25%):
| Berat Emas | Harga Antam (Rp) |
|---|---|
| 0,5 gram | 1.634.000 |
| 1 gram | 3.120.000 |
| 2 gram | 6.180.000 |
| 3 gram | 9.245.000 |
| 5 gram | 15.375.000 |
| 10 gram | 30.695.000 |
| 25 gram | 76.612.000 |
| 50 gram | 153.145.000 |
| 100 gram | 306.212.000 |
| 250 gram | 765.265.000 |
| 500 gram | 1.530.320.000 |
| 1.000 gram | 3.060.600.000 |
π Harga di atas bersumber dari data resmi Logam Mulia Antam pada pagi 30 Januari 2026.
π Tren dan Sentimen Pasar
Meski turun dari puncak tertinggi awal pekan ini, tren harga emas domestik secara umum masih berada pada level yang jauh lebih tinggi dibandingkan awal Januari 2026. Faktor yang mendorong harga emas tetap kuat antara lain:
- Ketidakpastian ekonomi global yang terus mendorong permintaan aset safe haven seperti emas.
- Lonjakan harga emas dunia dalam beberapa minggu terakhir yang tercatat di pasar spot global.
- Depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang membuat emas lebih mahal bila dikonversikan ke rupiah.
Investor diimbau untuk tetap cermat membaca momentum pasar, karena emas berpotensi kembali bergerak volatil tergantung sentimen global dan dinamika nilai tukar.
0 Comments